JAWA BARATKABUPATEN BANDUNGPENDIDIKANRagam

DRP TCT INDONESIA Bekali Relawan Teknik Evakuasi Ular, Pelatihan Rescue Angkatan ke-1 Digelar di Kampung Bamboo

JENDELAPRIMA.COM, – CIMENYAN, KABUPATEN BANDUNG – Guna meningkatkan kapasitas dan profesionalisme relawan dalam menghadapi situasi darurat, DRP TCT INDONESIA menyelenggarakan Pelatihan Rescue Angkatan ke-1 bertempat di Kampung Bamboo, Cimenyan, Kabupaten Bandung, Minggu (15/02/2026).

Kegiatan ini merupakan kolaborasi strategis antara DRP TCT INDONESIA dengan Kampung Bamboo, serta mendapat dukungan penuh dari berbagai instansi dan organisasi seperti BPBD Provinsi Jawa Barat, Little Project, Vertical Rescue, Persatin, dan Walhi. Pelatihan ini dirancang sebagai pembekalan komprehensif agar relawan tidak hanya sigap di lapangan, tetapi juga memiliki landasan ilmu yang kuat dalam proses penyelamatan.

Salah satu materi krusial yang diberikan dalam pelatihan ini adalah Animal Rescue, dengan fokus khusus pada penanganan hewan liar dan reptil, khususnya ular. Sesi ini dipandu oleh Ahmad Syauqi, seorang ahli di bidangnya yang juga merupakan anggota tim relawan DRP TCT INDONESIA.

“Penting bagi relawan memiliki pengetahuan ini. Tujuannya jelas: untuk keselamatan diri sendiri, keselamatan orang lain, serta memastikan relawan memiliki kompetensi yang diakui sehingga tidak dipandang sebelah mata saat bertugas,” ujar Ahmad Syauqi di sela-sela pemaparan materi.

Materi Animal Rescue ini mencakup beberapa poin inti, di antaranya:

  • Klasifikasi Ular: Memahami jenis ular berdasarkan habitat alaminya.
  • Identifikasi Bisa: Membedakan jenis ular berdasarkan tingkat toksisitas bisanya.
  • Prosedur Keselamatan: Langkah-langkah yang harus diambil saat berhadapan langsung dengan ular.
  • First Aid: Penanganan medis awal yang tepat akibat gigitan ular.
  • Praktik Evakuasi: Teknik rescue menggunakan alat standar seperti Snake Hook dan Grab Stick, maupun pemanfaatan benda sekitar seperti ranting, sapu, hingga alat pel.

Tujuan utama dari pelatihan ini adalah menciptakan keseimbangan ekosistem. Relawan diharapkan mampu merespons laporan masyarakat terkait adanya ular di pemukiman dengan cara mengevakuasi dan merelokasi hewan tersebut ke habitat yang jauh dari aktivitas manusia tanpa harus membunuhnya.

Melalui pelatihan ini, diharapkan para peserta mampu menjadi garda terdepan di masyarakat yang terampil, profesional, dan humanis dalam menjalankan misi kemanusiaan maupun pelestarian lingkungan.**

Ipung

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button