JENDELAPRIMA.COM||
BANDUNG, 18 Oktober 2026 – Upaya pengurangan risiko bencana di Kota Bandung terus diperkuat melalui kolaborasi penghijauan. Hal ini ditandai dengan diresmikannya Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pasirwangi di RW 09, Kelurahan Pasirwangi, Kecamatan Ujungberung, Minggu (18/10).
Kegiatan peresmian yang digagas Pemerintah Kota Bandung tersebut turut dihadiri jajaran pengurus Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kota Bandung.
RTH Pasirwangi dibangun di atas lahan seluas 11 ribu meter persegi. Di atas lahan tersebut, sebanyak 2.000 pohon telah ditanam sejak pencanangan oleh Wali Kota Bandung pada Juli 2026 lalu dan hingga kini terus dirawat dengan penyiraman rutin setiap hari.
Kawasan hijau ini tidak hanya berfungsi sebagai paru-paru kota, tetapi juga menjadi benteng ekologis untuk menekan potensi bencana longsor. Pengembangannya melibatkan sinergi lintas sektor, mulai dari Pemkot, warga, hingga perguruan tinggi.
Ketua FPRB Kota Bandung, Eka Sandi, menegaskan bahwa penanggulangan bencana harus bergeser dari responsif menjadi preventif.
“Pengurangan risiko harus menjadi arus utama. Kita tidak bisa menunggu bencana datang baru bertindak. Mitigasi harus diperkuat sejak sekarang,” ujarnya.
Eka Sandi juga menyoroti sejumlah kecamatan lain yang memiliki kerawanan serupa seperti Cibiru dan Mandalajati agar meningkatkan kewaspadaan.
“Mitigasi yang efektif kuncinya ada pada koordinasi yang solid antara pemerintah kewilayahan dan kesiapsiagaan warga di lapangan,” tambahnya.

Senada, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meminta camat dan lurah di wilayah kontur ekstrem seperti Ujungberung untuk tidak lengah, terutama saat musim hujan.
“Camat dan lurah harus ekstra waspada. Sebelum hujan, saat hujan, harus waspada. Pastikan rumah warga yang di lereng dalam kondisi kuat dan aman,” pesan Farhan.
Sementara Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandung, Didi Ruswandi, menjelaskan konsep dasar pengurangan risiko.
“Hakikatnya, bahaya itu tidak bisa kita hilangkan. Yang bisa kita lakukan adalah menekan risikonya, dengan cara mengurangi kerentanan dan terus meningkatkan kapasitas masyarakat,” kata Didi.
Dalam kesempatan yang sama, Pemkot Bandung juga melakukan penandatanganan kesepakatan bersama dengan BINUS University Bandung terkait dukungan Catur Dharma Perguruan Tinggi dan pengembangan SDM.**que225







