JENDELAPRIMA.COM,BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung menutup rangkaian Hari Jadi ke-216 Kota Bandung (HJKB) dengan Pawai Jampana yang mengangkat kearifan lokal dan kreativitas warga. Kegiatan berlangsung meriah di sepanjang Jalan Diponegoro hingga Jalan Merdeka menuju Balai Kota Bandung.
Berbeda dari tahun sebelumnya yang identik dengan mobil hias dan City of Light di malam hari, tahun ini Pemkot mengemas penutupan HJKB dengan tradisi arak-arakan yang sederhana namun penuh makna.
Antusiasme warga terlihat tinggi. Sejak pagi, warga memadati rute pawai untuk menyaksikan karnaval yang menampilkan berbagai kreasi dari 30 kecamatan, perangkat daerah, hingga kolaborasi institusi pendidikan seperti IPDN, ITB, dan Taruna Nusantara.

Kemeriahan juga berlanjut di Balai Kota Bandung dengan penampilan Ega Robot, Kuburan Band, hingga Bungsu Bandung yang turut menghibur warga.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, pemilihan Jampana sebagai ikon penutupan HJKB merupakan upaya menghadirkan pesta rakyat yang meriah, sederhana, dan berakar pada budaya masyarakat.
“Jampana itu adalah arak-arakan yang dipanggul oleh empat sampai enam orang. Di dalamnya diisi berbagai macam makanan. Nanti sambil lewat, dia berhenti dan orang bisa mengambil makanannya,” ujar Farhan.
Ia menjelaskan, setiap Jampana membawa ornamen dengan tema beragam yang merepresentasikan kreativitas masing-masing kelompok. Seperti miniatur kereta api yang ditampilkan Dinas Perhubungan, hingga kreasi warga Mandalajati yang memadukan nuansa budaya Tionghoa dengan identitas lokal.
“Ini yang ingin kita tunjukkan, segala sesuatu harus terinspirasi dari prinsip bottom-up, dari bawah,” katanya.
Farhan menambahkan, gagasan karnaval ini muncul setelah melihat antusiasme kecamatan dalam menampilkan potensi wilayahnya pada 5-6 September lalu. Dari 30 kecamatan, Pemkot melakukan kurasi untuk memilih penampilan terbaik dalam karnaval tersebut.
Menurutnya, pelaksanaan di pagi hari juga menjadi pertimbangan agar kemeriahan tetap terjaga tanpa menimbulkan kemacetan berkepanjangan.
Melalui Pawai Jampana, Pemkot Bandung menegaskan peringatan HJKB bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan ruang bagi warga untuk menampilkan identitas budaya, memperkuat kebersamaan, dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan kota.(Ipung) **








